Pages

Friday, December 18, 2020

Pantai Sowan

Pantai tempat wisata Tuban ini memiliki areal yang luas. Keunikan pantai Sowan adalah luasnya area yang ditumbuhi berbagai jenis pohon. 

Pantai tempat wisata Tuban ini memiliki areal yang luas. Keunikan pantai Sowan adalah luasnya area yang ditumbuhi berbagai jenis pohon. Wisatawan yang bermain di pantai ini akan merasa lebih teduh akibat lindungan pepohonan yang berukuran besar.

Pohon yang tumbuh bermacam-macam jenis. Mulai dari pohon trembesi, klampis hingga mahoni. Ada juga pohon tapis yang menghasilkan buah seperti asam. Pohon-pohon tersebut sangat membantu dalam menghijaukan pemandangan di pantai ini.

Pengunjung yang ingin berjalan-jalan menyusuri hutan juga diperbolehkan. Menyusuri hutan ini termasuk kegiatan yang aman, karena terdapat jalan setapak kecil di sekitar hutan. Di dalam hutan pun tidak terdapat satwa liar sehingga memungkinkan untuk mengajak anak kecil.

Layaknya pantai pada umumnya, pengunjung pantai tempat wisata Tuban ini bisa berpiknik di sini. Pengunjung bisa membawa makanan dan tikar sendiri kemudian memulai piknik di atas pasir pantai yang putih. Biasanya disertai dengan bermain musik bersama teman dan anggota keluarga.

Berfoto di area wisata ini adalah aktivitas yang wajib dilakukan. Banyak tempat menarik yang bisa digunakan untuk berfoto.Ada sepeda gantung yang bisa digunakan sebagai ajang untuk berfoto. Selain itu ada juga karpet terbang yang unik dijadikan tempat berfoto.


Alamat: Bogoran, Bancar, Bogoran, Bogorejo, Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur

Tiket: 8.000

Jam Buka: 07.00-17.00


Sumber :

https://www.nativeindonesia.com/tempat-wisata-tuban/

Tuesday, September 1, 2020

Jalur Tol Bojonegoro Mengikuti Solo Valley

Rencana Pembangunan Jalan Tol Bojonegoro


Jalur Tol Bojonegoro Bakal Mengikuti Solo Valley

Rencana pembangunan jalan tol di Bojonegoro mulai dimatangkan. Beberapa kali pemerintah pusat telah turun lapangan dan terakhir mengecek lahan Solo Valley. Sesuai rencananya, jalur tol akan mengikuti jalur lahan Solo Valley.

Alasannya tak perlu melakukan pembebasan lahan, karena statusnya sudah tanah negara. ‘’Untuk tol, rencananya mengikuti jalur Solo Valley,’’ kata Kepala Bidang Reservasi I Balai Besar Peningkatan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Sodeli kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Sodeli menuturkan, pembangunan jalan tol di Bojonegoro itu bagian dari pengembangan wilayah Gerbang Kertasusila, meliputi Kabupaten Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan.

Sesuai rencananya, Solo Valley akan diintegrasikan sebagai sarana transportasi darat dengan dibangunnya jalan tol akan meminimalisir tumbuhnya hunian liar di sepanjang saluran. Dan dibangunnya rest area untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kemudian pada kanal Solo Valley dapat digunakan untuk transportasi air. Wisata air dan koneksi ke empat waduk yaitu Waduk Pacal, Gongseng, di Bojonegoro dengan Waduk Gondang dan Waduk Prijetan di Lamongan. ‘’Serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti kawasan migas Blok Cepu dan Bandara Ngloram,’’ terang pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah itu.

Lahan Solo Valley, menurut dia, tanah peninggalan HindiaBelanda (1890-1948) sepanjang sekitar 120 kilometer. Lebarnya sekitar 150 meter melewati kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Saat itu, akan dimanfaatkan masyarakat pada zaman dahulu untuk irigasi. Serta pengendali banjir Sungai Bengawan Solo.

Aliran Solo Valley sekaligus pembangunan embung-embung untuk menunjang produktivitas pertanian. Pengaktifan Solo Valley, akan dimulai dari bangunan intake pengendalian banjir di hulu Bendung Gerak Karangnongko. Saluran pembawa searah dengan saluran induk irigasi Karangnongko Kanan, menyambung ke saluran Solo Valley di Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho, Bojonegoro.

Rencananya sampai dengan Kabupaten Gresik sepanjang 165 kilometer. Lebar 150 meter, dan membentang ke timur di selatan Sungai Bengawan Solo, hilir menuju Kali Lamong sepanjang 130 kilometer dan lebar 150 meter. Wilayah administrasi studi Solo Valley berada di wilayah sungai Bengawan Solo hilir yang mencakup empat kabupaten.

Yaitu Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Menurut Sodeli, Solo Valley melintasi sekitar 20 kecamatan dan sekitar 117 desa. Tersebar di empat kabupaten, yaitu Bojonegoro,Tuban, Lamongan dan Gresik. Dalam dokumennya, Solo Valley dibangun sekitar 1930 bersamaan dengan pembuatan Waduk Pacal, di Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Dua sistem pengendali banjir ini merupakan hibah dari Ratu Belanda Wilhelmina. Lokasinya membentang di jalur selatan, mulai Sungai Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, hingga ke Kecamatan Baureno di perbatasan Lamongan.

Data di Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) menyebutkan lahan Solo Valley sekitar 15.000 kilometer persegi. Solo Valley di Bojonegoro meliputi Keca matan Ngraho, Padangan, Kalitidu, Nga sem, Purwosari, Dander, Ka pas, Sumberejo, Balen, Kepohbaru, dan Baureno.

Rerata lebar kanal itu antara 70 hingga 150 meter dengan keda laman 4 meter. ‘’Terakhir ada peninjauan di di Dusun Men deg, Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, ‘’ kata Camat Ngraho Saipurrokhim. Menurut dia, tinjauan itu untuk mengetahui batasan lahan masuk dalam kawasan Solo Valley.

Solo Valley bagian dari program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi semenjak zaman Pemerintah Hindia Belanda, membentang dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Surabaya. Dengan rencana desain baru Solo Valley, mendatang bermanfaat sebagai longstorage pengendali banjir yang secara berulang terjadi, tampungan air untuk irigasi dan air baku, mengatasi kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik. ‘’Tapi kami belum menerima rencana detailnya,’’ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo.


Sumber :
https://radarbojonegoro.jawapos.com/read/2020/09/01/211645/jalur-tol-bojonegoro-bakal-mengikuti-solo-valley

Wednesday, July 22, 2020

Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM)


Mundur karena Pandemi, Tol Krian-Manyar Seksi I-III Tuntas September

Jumat, 26 Juni 2020

Gatot Sulistyo Hadi Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim mengatakan, jalan tol 29 kilometer itu sebenarnya ditarget rampung Juli besok.

“Berikutnya yang Bunder-Manyar (seksi IV) masih tahap pengukuran, masih diinventarisir kebutuhan tanahnya. Tapi jadi tidaknya masih tanda tanya,” kata Gatot, Jumat (26/6/2020) malam.

Jalan tol ini, kata dia, sebenarnya juga bersinggungan dengan tol Surabaya-Mojokerto. Namun untuk IC (interchange) dari KLBM ke Sumo belum tersedia.

“Sementara masih melalui saja, belum ada crossing dari KLBM ke Sumo. Itu (IC) juga akan dibangun tapi selesainya 2021. Sementara ini masih lurus saja,” ujarnya.

Untuk operasional jalan tol sendiri, Gatot bilang masih menunggu peresmian oleh Presiden. Biasanya, peresmian itu tidak lama setelah pembangunan selesai.

“Karena jalan tol ini juga dibutuhkan masyarakat, apalagi menunjang Jalan Cerme yang sedang diperbaiki,” lanjutnya.

Gatot melanjutkan, kalau pembangunan seksi IV Bunder-Manyar dilanjutkan, ruas tol ini akan menjadi cikal bakal yang akan diteruskan ke Tuban (Tuban-Manyar).

“Nanti juga akan ketemu dari Ngawi, Bojonegoro, Tuban. Ada juga yang mengusulkan Tuban-Lamongan-Bunder atau Manyar,” ucapnya.(den)


Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/mundur-karena-pandemi-tol-krian-manyar-seksi-i-iii-tuntas-september/


Tol Legundi-Manyar KLBM Bakal Lanjut Hingga Tuban

Sabtu, 27 Jun 2020 - 11 : 30 WIB

Ruas Tol KLBM yang ditarget beroperasi September bakal dilanjut hingga Tuban.

Proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) seksi I sampai III yang menghubungkan Sidoarjo-Gresik bakal dilanjut hingga Tuban. Namun rencana itu menunggu penyelesaian pembangunan ruas KLBM yang ditarget September beroperasi.

Gatot Sulistyo Hadi Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim mengatakan, kalau pembangunan seksi IV Bunder-Manyar dilanjutkan, ruas tol ini akan menjadi cikal bakal yang akan diteruskan ke Tuban (Tuban-Manyar). “Nanti juga akan ketemu dari Ngawi, Bojonegoro, Tuban. Ada juga yang mengusulkan Tuban-Lamongan-Bunder atau Manyar,” ucapnya.

Namun rencana tersebut masih sebatas rencana. Sebab, menunggu penyelesian ruas KLBM sepanjang 29 kilometer ini. Setelah tuntas ruas KLBM tuntas, September mendatang, akan dilanjutkan KLBM seksi IV meliputi Bunder-Manyar (seksi IV) . “Saat ini untuk seksi IV masih tahap pengukuran, masih diinventarisir kebutuhan tanahnya. Tapi jadi tidaknya masih tanda tanya,” kata Gatot.

Jalan tol ruas KLBM ini, kata dia, sebenarnya juga bersinggungan dengan tol Surabaya-Mojokerto. Namun untuk IC (interchange) dari KLBM ke Sumo belum tersedia. “Sementara masih melalui saja, belum ada crossing dari KLBM ke Sumo. Itu (IC) juga akan dibangun tapi selesainya 2021. Sementara ini masih lurus saja,” ujarnya.

Untuk operasional jalan tol sendiri, Gatot bilang masih menunggu peresmian oleh Presiden. Biasanya, peresmian itu tidak lama setelah pembangunan selesai. “Karena jalan tol ini juga dibutuhkan masyarakat, apalagi menunjang Jalan Cerme yang sedang diperbaiki,” pungkasnya.


Sumber :
https://klikjatim.com/tol-legundi-manyar-klbm-bakal-lanjut-hingga-tuban/

Thursday, April 16, 2020

Patung Dewa Kongco

Patung Dewa Kongco Setinggi 30 Meter di Tuban Runtuh

Kamis, 16 April 2020
| 14:39 WIB


Patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen, setinggi 30,4 meter sesudah dan sebelum runtuh pada Kamis (16/4/2020). Foto: Twitter

Warga di sekitar Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio, Kelurahan Karangsari, Kabupaten Tuban, dikejutkan dengan suara keras pada Kamis (16/4/2020) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada yang menyangka, bahwa Patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen, setinggi 30,4 meter runtuh secara tiba-tiba.

Patung berbentuk jenderal perang berwajah merah dari zaman Tiga Negara di daratan China tersebut kini hanya menyisakan kerangka.

Rio, salah satu netter e100 yang ada di lokasi mengatakan, akibat kejadian tersebut, semua akses ke klenteng ditutup oleh pengurus klenteng.

“Saya sampai di lokasi sekitar jam 11.30 WIB. Saya tinggal di sekitar 500 meter sampai satu kilometeran dari klenteng. Pas saya sampai sana, patung tersisa kerangkanya saja. Saya tidak sempat ambil gambar dan video karena semua akses ke klenteng ditutup oleh pengurus klenteng,” kata Rio saat dihubungi suarasurabaya.net.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab runtuhnya patung tersebut. Pengurus klenteng juga belum memberikan keterangan resmi apapun terkait peristiwa ini.

Diketahui, patung itu didirikan pada 2017 lalu dengan anggaran Rp2,5 miliar. Keberadaan Patung  Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen sempat menimbulkan polemik dan mematik perdebatan terkait perizinan pembangunan.

Kongco Kwan Sing Tee Koen yang bernama asli Guan Yunchang atau Kwan Yintiang, adalah jenderal utama Negara Shu Han yang digambarkan sosok yang tangguh dan pemberani. Kongco Kwan merupakan simbol Dewa Keadilan, yang memiliki makna kesetiaan dan bijaksana.

Patung ini diklaim sebagai patung tertinggi di lingkungan klenteng se-Asia Tenggara


Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/patung-dewa-kongco-setinggi-30-meter-di-tuban-runtuh/

Saturday, April 4, 2020

Jagung dan Padi Siap Panen Di Tengah Pandemi Covid 19

Jumat 27 Maret 2020, 14:44 WIB

Di Tengah Pandemi Covid 19, Jagung dan Padi di Tuban Siap Panen


Di tengah pandemi virus korona atau yang dikenal Covid 19, produksi pangan guna memenuhi kebutuhan menjelang hingga selama bulan Ramadan 2020 dipastikan aman. Pasalnya, beberapa daerah sentra produksi di bulan Maret-April memasuki masa panen, salah satunya Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Murtadji menyebutkan hamparan pertanian yakni budidaya jagung dan padi di Kabupaten Tuban secara umum memasuki masa panen mulai Maret hingga April. Salah satu wilayah yang saat ini siap memanen jagung yakni Desa Jati, Kecamatan Soko, memiliki hamparan jagung yang siap dipanen seluas 1.454 hektare dan Desa Ngimbang Kecamatan Palang seluas 75 hektare.

"Secara keseluruhan, luas panen padi pada Maret mencapai 15.984 hektare dan April seluas 16.167 hektare, sementara luas panen jagung pada Maret 17.024 hektare dan April mencapai 17.825 hektare," demikian kata Murtadji, Jumat (27/3/2020).

"Hasil panen ini kami pastikan tidak hanya mengamankan kebutuhan di dalam Tuban saja, tapi kami bisa suplai ke daerah lain," sambungnya.

Lebih lanjut Murtadji menerangkan masa panen raya petani jagung dan padi ini diikuti dengan mendapatkan harga yang menguntungkan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian berkomitmen menjamin agar hasil panen petani memperoleh harga beli di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Alhamdulillah, saat ini harga gabah di petani Rp4.200 sampai Rp4.500 per kilogram untuk gabah kering panen. Untuk jagung, harganya Rp4.000 per kilogram. Masa panen awal 2020 ini petani benar-benar senang dan semangat bertani," bebernya.

Terpisah, Direktur Pengolahan dan pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementan Gatut Sumbogodjati menyatakan Kementan telah meluncurkan program agar dalam situasi puncak panen raya pengendalian penyediaan beras dapat dilakukan sehingga tidak terjadi gejolak harga yang ekstrem. Program tersebut yakni Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) yang memberdayakan penggilingan padi untuk membeli gabah dari kelompok petani atau gabungan  kelompok petani yang sesuai HPP untuk disimpan dan digiling serta dijual dengan kualitas standar.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian untuk menggerakkan Kostraling menyerap gabah petani serta manajemen stock distribusi beras," ujar Gatut. "Kita tidak bekerja sendiri, ada beberapa pihak yang berkontribusi dalam Kostraling tersebut. Ada Pemerintah, Penggilingan Padi Kecil-Sedang, Bank atau Badan Layanan Umum, serta pengusaha sebagai penjamin pasar,”pintanya.

Perlu diketahui, di akhir tahun 2019 Kabupaten Tuban terpilih sebagai pilot project pengembangan kawasan jagung perbenihan berbasis korporasi petani. Pengembangan benih jagung hibrida pada kegiatan korporasi ini menggunakan varietas hasil rakitan anak bangsa sehingga diharapkan mampu meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja yang berujung pada peningkatan devisa negara dan kesejahteraan rakyat.

Untuk mendukung suksesnya kegiatan ini, Kementan juga mengupayakan dukungan sarana dan prasarana pengairan serta penanganan pasca panen benih. Berbagai kebijakan dan program kerja yang dikembangkan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah petani dan menyejahterakan petani.


Sumber :
https://mediaindonesia.com/read/detail/299339-di-tengah-pandemi-covid-19-jagung-dan-padi-di-tuban-siap-panen

Sunday, January 5, 2020

Masjid Satu Tiang di Tuban

Menakjubkan! Masjid Satu Tiang di Tuban, Bikin Terkesima Pengunjung!


Sebuah kayu jati berdiameter sekitar 28 centimeter dengan tinggi 27 meter berdiri kokoh di tengah Masjid An-Nur Nurul Miftahussofyan di Dusun Gomang, Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Tuban.

Masjid yang dibangun 18 Agustus 1994 ini berada di lingkungan pondok pesantren Wali Songo. Selain para santri, masjid juga dipakai oleh warga sekitar untuk salat berjamaah dan kegiatan-kegiatan Islami lainnya.

Pesantren ini didirikan oleh Kiai Nur Nasroh tahun 1977. Sementara masjid baru dibangun tahun 1994, setelah ada ratusan santri mondok di sana. Modalnya cuma Rp 750.000. Saat itu pembelian kayu dibatasi oleh pemerintah, dan jika melebihi batas harus melalui proses yang sangat sulit.

“Tapi Alhamdulillah, saya mendapat bantuan dari Pak Miftah yang saat itu menjabat ADM Perhutani dan Pak Sofyan sebagai Asper. Makanya, untuk mengenang, nama kami bertiga diputuskan untuk digunakan sebagai nama masjid ini (An-Nur Nurul Miftahussofyan),” kisah Kiai Nur Nasroh kepada SURYA.co.id.

Saat awal pembangunan, proses mendirikan kayu sebagai tiang utama masjid juga unik. Awalnya, disiapkan dengan cara diberi pengait tali dari kulit bambu kemudian ditarik beramai-ramai.

"Tapi saya berpikir sepertinya tidak mungkin karena kayunya sangat besar. Kemudian sebelum hari H pembangunan, saya coba menariknya sendirian. Dan anehnya, saat tali yang terbuat dari kulit bambu tersebut saya tarik, tiang utama sebesar itu bisa berdiri. Jelas tidak ada lain lagi, semua berkat bantuan Allah," ujar Kiai Nur Nasroh.

Dalam pembangunannya, satu tiang utama masjid tersebut dibantu dengan delapan tiang kecil sebagai penyangga atap pinggir masjid.

Delapan tiang ditata sedemikian rupa sehingga ketika dilihat dari berbagai sisi tampak jumlahnya sembilan tiang. Hingga sekarang, bangunan masih berdiri kokoh. Pun pondok pesantren Wali Songo, terus berkembang pesat dengan ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia.


Sumber:
https://batam.tribunnews.com/2017/06/06/newsvideo-menakjubkan-masjid-satu-tiang-di-tuban-bikin-terkesima-pengunjung.

Sumber foto :
https://surabaya.tribunnews.com/2017/06/06/simbol-simbol-islam-dalam-masjid-satu-tiang-di-tuban

Investor Kepincut Kilang Tuban RI

Ramai Investor Kepincut Kilang Tuban RI, Rusia Terpental? 14 September 2023 17:20 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menk...

Related Post