Pages

Thursday, April 16, 2020

Patung Dewa Kongco

Patung Dewa Kongco Setinggi 30 Meter di Tuban Runtuh

Kamis, 16 April 2020
| 14:39 WIB


Patung dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen, setinggi 30,4 meter sesudah dan sebelum runtuh pada Kamis (16/4/2020). Foto: Twitter

Warga di sekitar Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio, Kelurahan Karangsari, Kabupaten Tuban, dikejutkan dengan suara keras pada Kamis (16/4/2020) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada yang menyangka, bahwa Patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen, setinggi 30,4 meter runtuh secara tiba-tiba.

Patung berbentuk jenderal perang berwajah merah dari zaman Tiga Negara di daratan China tersebut kini hanya menyisakan kerangka.

Rio, salah satu netter e100 yang ada di lokasi mengatakan, akibat kejadian tersebut, semua akses ke klenteng ditutup oleh pengurus klenteng.

“Saya sampai di lokasi sekitar jam 11.30 WIB. Saya tinggal di sekitar 500 meter sampai satu kilometeran dari klenteng. Pas saya sampai sana, patung tersisa kerangkanya saja. Saya tidak sempat ambil gambar dan video karena semua akses ke klenteng ditutup oleh pengurus klenteng,” kata Rio saat dihubungi suarasurabaya.net.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab runtuhnya patung tersebut. Pengurus klenteng juga belum memberikan keterangan resmi apapun terkait peristiwa ini.

Diketahui, patung itu didirikan pada 2017 lalu dengan anggaran Rp2,5 miliar. Keberadaan Patung  Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen sempat menimbulkan polemik dan mematik perdebatan terkait perizinan pembangunan.

Kongco Kwan Sing Tee Koen yang bernama asli Guan Yunchang atau Kwan Yintiang, adalah jenderal utama Negara Shu Han yang digambarkan sosok yang tangguh dan pemberani. Kongco Kwan merupakan simbol Dewa Keadilan, yang memiliki makna kesetiaan dan bijaksana.

Patung ini diklaim sebagai patung tertinggi di lingkungan klenteng se-Asia Tenggara


Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/patung-dewa-kongco-setinggi-30-meter-di-tuban-runtuh/

Saturday, April 4, 2020

Jagung dan Padi Siap Panen Di Tengah Pandemi Covid 19

Jumat 27 Maret 2020, 14:44 WIB

Di Tengah Pandemi Covid 19, Jagung dan Padi di Tuban Siap Panen


Di tengah pandemi virus korona atau yang dikenal Covid 19, produksi pangan guna memenuhi kebutuhan menjelang hingga selama bulan Ramadan 2020 dipastikan aman. Pasalnya, beberapa daerah sentra produksi di bulan Maret-April memasuki masa panen, salah satunya Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Murtadji menyebutkan hamparan pertanian yakni budidaya jagung dan padi di Kabupaten Tuban secara umum memasuki masa panen mulai Maret hingga April. Salah satu wilayah yang saat ini siap memanen jagung yakni Desa Jati, Kecamatan Soko, memiliki hamparan jagung yang siap dipanen seluas 1.454 hektare dan Desa Ngimbang Kecamatan Palang seluas 75 hektare.

"Secara keseluruhan, luas panen padi pada Maret mencapai 15.984 hektare dan April seluas 16.167 hektare, sementara luas panen jagung pada Maret 17.024 hektare dan April mencapai 17.825 hektare," demikian kata Murtadji, Jumat (27/3/2020).

"Hasil panen ini kami pastikan tidak hanya mengamankan kebutuhan di dalam Tuban saja, tapi kami bisa suplai ke daerah lain," sambungnya.

Lebih lanjut Murtadji menerangkan masa panen raya petani jagung dan padi ini diikuti dengan mendapatkan harga yang menguntungkan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian berkomitmen menjamin agar hasil panen petani memperoleh harga beli di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Alhamdulillah, saat ini harga gabah di petani Rp4.200 sampai Rp4.500 per kilogram untuk gabah kering panen. Untuk jagung, harganya Rp4.000 per kilogram. Masa panen awal 2020 ini petani benar-benar senang dan semangat bertani," bebernya.

Terpisah, Direktur Pengolahan dan pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementan Gatut Sumbogodjati menyatakan Kementan telah meluncurkan program agar dalam situasi puncak panen raya pengendalian penyediaan beras dapat dilakukan sehingga tidak terjadi gejolak harga yang ekstrem. Program tersebut yakni Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) yang memberdayakan penggilingan padi untuk membeli gabah dari kelompok petani atau gabungan  kelompok petani yang sesuai HPP untuk disimpan dan digiling serta dijual dengan kualitas standar.

"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian untuk menggerakkan Kostraling menyerap gabah petani serta manajemen stock distribusi beras," ujar Gatut. "Kita tidak bekerja sendiri, ada beberapa pihak yang berkontribusi dalam Kostraling tersebut. Ada Pemerintah, Penggilingan Padi Kecil-Sedang, Bank atau Badan Layanan Umum, serta pengusaha sebagai penjamin pasar,”pintanya.

Perlu diketahui, di akhir tahun 2019 Kabupaten Tuban terpilih sebagai pilot project pengembangan kawasan jagung perbenihan berbasis korporasi petani. Pengembangan benih jagung hibrida pada kegiatan korporasi ini menggunakan varietas hasil rakitan anak bangsa sehingga diharapkan mampu meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja yang berujung pada peningkatan devisa negara dan kesejahteraan rakyat.

Untuk mendukung suksesnya kegiatan ini, Kementan juga mengupayakan dukungan sarana dan prasarana pengairan serta penanganan pasca panen benih. Berbagai kebijakan dan program kerja yang dikembangkan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah petani dan menyejahterakan petani.


Sumber :
https://mediaindonesia.com/read/detail/299339-di-tengah-pandemi-covid-19-jagung-dan-padi-di-tuban-siap-panen

Investor Kepincut Kilang Tuban RI

Ramai Investor Kepincut Kilang Tuban RI, Rusia Terpental? 14 September 2023 17:20 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menk...

Related Post